Opini

06 Maret 2026

Dukung Peningkatan Lifting Well Services Banyu Urip A07 Berhasil Tambah Produksi Hingga 12.300 BOPD

    Jumat, Maret 06, 2026  


BOJONEGORO – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mencatat keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan kegiatan Perawatan Sumur (Well Services/WS) pada Sumur Banyu Urip A07 melalui program Water Shut-Off (WSO), yaitu upaya untuk mengurangi aliran air yang tidak diinginkan di dalam sumur sehingga sumur dapat memaksimalkan produksi minyak. Keberhasilan ini mampu meningkatkan produksi minyak secara signifikan sekaligus menghadirkan efisiensi waktu dan biaya operasional.


Produksi minyak Sumur Banyu Urip A07 melonjak dari 4.800 barel minyak per hari (BOPD) menjadi 12.300 BOPD, atau meningkat sebesar 7.500 BOPD jauh melampaui target awal sebesar 1.000 BOPD. Tambahan produksi ini memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan lifting minyak nasional.


Lapangan Banyu Urip selama ini dikenal sebagai tulang punggung produksi minyak nasional. Oleh karena itu, setiap tambahan barel yang dihasilkan dari lapangan ini memiliki dampak strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan memperkuat ketahanan energi nasional.


Program WSO dilaksanakan untuk menghentikan aliran air yang tidak diinginkan dari zona bawah sumur sehingga sumur dapat menghasilkan proporsi minyak yang lebih tinggi dan mengoptimalkan potensi produksinya. Metode yang diterapkan meliputi pemasangan bridge plug, re-perforation, serta stimulasi acidizing. Pendekatan teknologi ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan potensi sumur eksisting tanpa perlu pengeboran baru, sehingga tambahan produksi dapat diperoleh lebih cepat dan lebih hemat biaya.


Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi teknologi yang tepat dapat memberikan peningkatan produksi yang signifikan dalam waktu relatif singkat. Ini adalah bukti bahwa optimalisasi sumur eksisting dapat secara langsung mendorong peningkatan lifting minyak nasional,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa efisiensi menjadi nilai tambah penting dalam program ini. “Selain meningkatkan produksi, kegiatan ini juga menunjukkan efisiensi biaya dan waktu. Praktik baik seperti ini perlu direplikasi di lapangan lain untuk mempercepat pencapaian target lifting nasional serta memperkuat ketersediaan energi,” tambahnya.


Secara operasional, seluruh pekerjaan dilakukan tanpa menggunakan rig (rigless operation) dengan memanfaatkan unit wireline, sehingga pelaksanaan menjadi lebih cepat dan ekonomis. Dari sisi anggaran, realisasi biaya tercatat sekitar 57 persen dari total anggaran yang telah disetujui, mencerminkan pengelolaan program yang efektif dan efisien.


Keberhasilan Well Services Sumur Banyu Urip A07 ini menegaskan bahwa strategi optimalisasi sumur eksisting merupakan langkah konkret dan cost-effective dalam menjaga momentum peningkatan lifting minyak nasional. Keberhasilan ini akan menjadi pembelajaran bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang lain utntuk dapat menerapkan teknologi secara tepat dalam upaya peningkatan produksinya. Dengan inovasi teknologi yang tepat, sektor hulu migas mampu menghadirkan tambahan produksi secara berkelanjutan demi memperkuat ketahanan dan ketersediaan energi Indonesia. (Lis/Rum)

Kapolres Bojonegoro Gelar Silaturahmi Ramadan Bersama Dai dan Pendeta Kamtibmas

    Jumat, Maret 06, 2026  


BOJONEGORO – Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menggelar kegiatan silaturahmi Ramadan bersama para dai dan pendeta Kamtibmas di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro, Kamis (5/3/2026). 


Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergitas serta mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Membangun Negeri, Polri Untuk Masyarakat” tersebut turut dihadiri Wakapolres Bojonegoro, para pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro, Ketua Dai Kamtibmas KH. Alamul Huda Masyhur, serta para dai dan pendeta Kamtibmas.


Dalam sambutannya, AKBP Afrian Satya Permadi menegaskan bahwa keberadaan dai dan pendeta Kamtibmas menjadi salah satu pondasi penting dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat. Menurutnya, kondisi wilayah yang aman dan kondusif tidak terlepas dari peran para tokoh agama yang terus menyampaikan pesan damai kepada umat.


Kapolres juga mengajak seluruh pihak untuk senantiasa mendoakan agar situasi keamanan, baik di tingkat nasional maupun internasional, tetap dalam kondisi yang kondusif. Kapolres berharap Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Kabupaten Bojonegoro, senantiasa berada dalam situasi aman, damai, dan penuh toleransi.


Afrian menambahkan, hingga hari ke-16 Ramadan, masyarakat Bojonegoro dinilai mampu menjaga sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan selama menjalankan ibadah puasa. Kondisi tersebut, kata dia, tidak lepas dari peran para dai dan pendeta Kamtibmas yang secara aktif memberikan pesan-pesan menyejukkan kepada masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memohon doa dan dukungan dari para tokoh agama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan dimulai pada 13 Maret mendatang. Operasi ini bertujuan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri agar berjalan aman dan lancar.


“Kami memohon doa agar seluruh personel yang bertugas diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan Operasi Ketupat Semeru 2026,” ujar Kapolres dihadapan para dai dan pendeta Kamtibmas.


Sementara itu, Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro KH. Alamul Huda Masyhur dalam tausiyah singkatnya menyampaikan bahwa terciptanya keamanan dan keadilan dalam suatu wilayah memerlukan sinergi antara ulama dan umara. Menurutnya, pemerintah dan tokoh agama harus berjalan seiring untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.


Ia juga mengibaratkan persatuan sebagai filosofi sapu lidi. Jika sapu lidi diikat menjadi satu, maka akan kuat dan mampu membersihkan halaman. Namun jika berdiri sendiri, sapu lidi tidak akan memiliki kekuatan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, ulama, maupun tokoh agama lainnya, untuk terus bersatu demi mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.


Kegiatan silaturahmi Ramadan tersebut ditutup dengan penyerahan tali asih dari Kapolres Bojonegoro kepada para dai dan pendeta Kamtibmas sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas wilayah. (Lis)

Konser Love Live Legendary Siap Digelar di Bojonegoro, Hadirkan Ari Lasso, Donnie Sibarani, dan Idgitaf

    Jumat, Maret 06, 2026  

Reporter: Wahyu Utomo



BOJONEGORO – Konser bertajuk Love Live Legendary akan digelar di Halaman GOR Utama Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, pada 25 April 2026 mendatang. Konser ini mengusung tema Romansa Lintas Generasi dengan menghadirkan musisi dari berbagai era, mulai dari generasi muda hingga legenda musik Indonesia. Jumat (06/03/2026)


Deretan musisi yang akan tampil antara lain Idgitaf, penyanyi yang mewakili generasi Gen Z dengan karya-karya yang menggambarkan kegelisahan dan pencarian jati diri anak muda masa kini. Selain itu ada Donnie Sibarani, vokalis yang dikenal lewat lagu-lagu romantis era 2000-an bersama Ada Band. Sementara penampilan puncak akan dibawakan oleh musisi legendaris Indonesia Ari Lasso.


Konser yang dipromotori oleh Imagine Promosindo tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, mengatakan bahwa penyelenggaraan konser ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisata di Bojonegoro.


"Kabupaten Bojonegoro terus berupaya meningkatkan kunjungan wisata dengan menghadirkan event-event berskala nasional seperti konser ini," kata Elzadeba dalam konferensi pers, Kamis (05/03/2026).


Menurutnya, penyelenggaraan konser juga diharapkan memberi dampak positif terhadap sektor lain, seperti perekonomian masyarakat dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).


Masih dalam kesempatan yang sama, Marketing Communication Imagine Promosindo, Asha Aurora, menjelaskan bahwa persiapan konser telah dilakukan secara matang. Pihak penyelenggara memprioritaskan keamanan dan kenyamanan penonton selama acara berlangsung.


"Kami akan berkolaborasi dengan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta tim keamanan internal untuk memastikan acara berjalan aman dan nyaman," ujarnya.


Lanjutnya, dari total kapasitas area konser yang mampu menampung sekitar 5.000 orang, panitia hanya menyediakan sekitar 3.000 hingga 4.000 tiket untuk menjaga kenyamanan penonton.


Konser Love Live Legendary akan menghadirkan pengalaman musik dengan konsep Cross Generational Romance atau romansa lintas generasi. Penonton akan diajak menikmati perjalanan musik penuh emosi, energi, dan kenangan melalui penampilan para musisi dari berbagai era.


Selain pertunjukan musik, acara ini juga akan dilengkapi dengan berbagai aktivitas pendukung, seperti zona food and beverage dengan pilihan kuliner kekinian, area interaksi pengunjung, serta spot foto tematik.


Pembelian tiket resmi konser hanya tersedia melalui platform Megatix dan Tixside, sementara informasi terbaru mengenai acara dapat diakses melalui akun Instagram resmi @lovelivelegendary. (You/Red)

NTP Petani Bojonegoro 2025 Positif, Bappeda: Produktivitas Pertanian Tumbuh Signifikan

    Jumat, Maret 06, 2026  


BOJONEGORO – Nilai Tukar Petani (NTP) di Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Kondisi ini dinilai sejalan dengan meningkatnya produktivitas sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Kamis (05/03/2026)


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan Ferdiansyah, mengatakan bahwa pergerakan NTP yang cenderung stabil di atas angka 100 menjadi indikator bahwa tingkat kesejahteraan petani di Bojonegoro masih relatif terjaga.


"Tren NTP-nya positif. Hal ini sejalan dengan produktivitas pertanian Bojonegoro yang juga tumbuh signifikan," ujarnya.


Menurutnya, mayoritas masyarakat Bojonegoro masih 

menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Oleh karena itu, program dan kinerja pemerintah daerah bersama dinas terkait di bidang pertanian harus terus diperkuat agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh petani.


"Mayoritas pekerjaan masyarakat Bojonegoro adalah bertani, maka program dan kinerja pemkab serta dinas terkait di bidang pertanian harus terus ditingkatkan. Outcome-nya adalah kesejahteraan petani," tambahnya.


Berdasarkan data yang dihimpun, NTP agregat Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2025 bergerak dalam kisaran 105,28 hingga 107,51. Nilai tertinggi tercatat pada Januari 2025 sebesar 107,51, sedangkan nilai terendah terjadi pada Juni 2025 sebesar 105,28.


Memasuki Juli 2025, NTP kembali mengalami penguatan menjadi 106,14 dan terus meningkat hingga mencapai 106,42 pada Desember 2025. Perbaikan di akhir periode tersebut mengindikasikan adanya pemulihan harga output, terutama pada subsektor perikanan serta sebagian subsektor peternakan.


Dari hasil perhitungan tersebut, rata-rata NTP di Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 106,36. 


Angka ini menunjukkan bahwa secara umum tingkat pendapatan yang diterima petani masih lebih tinggi dibandingkan dengan pengeluaran yang harus mereka keluarkan untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.


Pemerintah daerah pun diharapkan terus menjaga stabilitas sektor pertanian melalui berbagai program peningkatan produktivitas, penguatan infrastruktur pertanian, serta perlindungan harga komoditas agar kesejahteraan petani di Bojonegoro dapat terus meningkat. (You)

04 Maret 2026

Wujudkan Swasembada Pangan, Bupati Setyo Wahono Targetkan Bojonegoro Jadi Produsen Padi Tertinggi Nasional Tahun 2028

    Rabu, Maret 04, 2026  


BOJONEGORO - Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Panen Raya Padi Varietas Gamagora 7 di Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Sabtu (28/2). Kegiatan ini menjadi momentum bagi Bojonegoro menuju target besar tahun 2028 dengan produktivitas padi tertinggi di Indonesia.


Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan prioritas utama dalam masa kepemimpinannya. “Mimpi kami adalah menjadikan Bojonegoro sebagai lumbung pangan nasional yang berkelanjutan. Hasil panen hari ini yang mencapai produktivitas GKG-nya 10 ton per hektar adalah langkah awal bahwa inovasi teknologi benih dan manajemen air yang tepat bisa meningkatkan kesejahteraan petani kita,” ujar Bupati Setyo Wahono.


Bupati Bojonegoro sekaligus menjelaskan bahwa sektor pertanian khususnya di Kab. Bojonegoro, menurutnya terdapat 4 persoalan yang sering dihadapi petani. Pertama persoalan air atau manajemen air, kemudian persoalan hama, yang ketiga bibit dan peralatan pertanian. Dengan demikian pembangunan infrastruktur irigasi sepanjang 24.248 meter, normalisasi 23 embung, serta optimalisasi 16 titik irigasi pompa (irpom) telah diselesaikan satu tahun terakhir ini dengan harapan memberikan dampak yang positif bagi produksi padi.


"Sebagai komitmen kami, besar harapan Bojonegoro tidak hanya menjadi areal demplot saja untuk menggunakan Benih Gamagora 7. Tapu juga memperoleh akses untuk memanfaatkan benih Gamagora ini secara masif dari pihak UGM baik untuk pembibitan maupun tanam. Karakteristik benih Gamagora 7 yang tahan dengan berbagai kondisi lahan sangat cocok diaplikasikan di sebagian besar areal persawahan Bojonegoro, semoga menjadi langkah yang baik dalam mencapai target besar di tahun 2028." Harap Bupati Bojonegoro. 


Produksi padi tahun 2025 Kab. Bojonegoro mencapai 886.443 ton, meningkat signifikan sebanyak 176.916 ton (24,7%) dibanding tahun sebelumnya. Trend positif perlu dijaga meskipun tahun 2026 menurut BMKG adalah tahun cuaca normal yang artinya curah hujan tidak setinggi tahun 2025. Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan langkah antisipasi dengan infrastruktur dsn manajemen air, serta berupaya memanfaatkan benih Gamagora 7 yang disebut varietas padi "Amphibi" untuk lahan pertanian di Bojonegoro. 


Perwakilan UGM menyambut baik rencana positif tersebut, Subejo Wakil dekan bidang kerjasama Fakultas Pertanian UGM mengungkapkan UGM berkomitmen memberikan lisensi terbatas (Benih Label Ungu) selama tiga tahun agar Bojonegoro dapat memproduksi bibit secara mandiri. "Bojonegoro berpotensi besar mengalahkan produktivitas nasional jika varietas ini dimasifkan dengan pendampingan teknis yang konsisten," ungkapnya.


Varietas Gamagora 7

Gamagora merupakan kependekan dari Gadjah Madha Gogo Rancah adalah salah satu varietas yang diluncurkan oleh Ilmuan UGM, dan memperoleh SK resmi Kementan RI tahun 2023. Varietas baru ini dikatakan tahan terhadap dua kondisi lahan yang berbeda, sesuai namanya yakni Gogo atau Lahan Kering dan Rancah yaitu Lahan Basah. 


Selain itu, benih Gamagora yang berasal dari indukan benih rojolele yang terkenal rasanya pulen, juga tahan terhadap serangan hama wereng batang cokelat biotipe 2, tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan tahan dari berbagai penyakit blast. (Lis/Red)

12 Dokter Spesialis Siap Beri Layanan Kesehatan di RSUD Temayang Bojonegoro

    Rabu, Maret 04, 2026  


BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan kesiapan operasional RSUD Temayang terus dimatangkan secara menyeluruh. Rumah sakit yang dibangun untuk memperkuat layanan kesehatan wilayah selatan ini kini dalam tahap finalisasi pemenuhan persyaratan sebelum beroperasi penuh. Bahkan, sebanyak 12 dokter spesialis sudah siap bertugas memberi layanan kesehatan bagi warga.


Kepala Dinas Kesehatan, Ninik Susmiyati, dikonfirmasi Selasa (03/03/2026), menyampaikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai tahapan. Penyempurnaan dilakukan pada aspek administrasi, teknis pelayanan, hingga kesiapan sumber daya manusia.


“Prinsip kami, ketika izin operasional terbit, seluruh layanan sudah benar-benar siap dijalankan dengan standar mutu dan keselamatan pasien yang optimal,” jelasnya.


Dari sisi tenaga medis, RSUD Temayang telah menyiapkan 12 dokter spesialis yang siap bertugas, didukung dokter umum, dokter gigi serta puluhan tenaga kesehatan (nakes) meliputi perawat, bidan, apoteker, asisten apoteker , pranata laboratorium/analis, radiografer, nutrisionis, sanitasi lingkungan, perekam medis teknisi elektromedis, administrator kesehatan hingga tenaga administrasi pelayanan. Kesiapan SDM ini disusun menyesuaikan standar setara rumah sakit tipe C.


Selain itu, sarana prasarana juga telah disiapkan untuk kesiapan layanan , antara lain ruang rawat inap dengan sejumlah tempat tidur yang terbagi dalam beberapa kelas perawatan/rawat inap, ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang tindakan, ruang operasi, ruang perawatan intensif, ruang rawat inap isolasi, ruang bersalin dan nifas , ruang poli spesialis serta sarana dan prasarana penunjang meliputi Ruang administrasi, laboratorium, radiologi dan CT Scan, instalasi farmasi, instalasi gizi, CSSD, ruang laundry dan ruang pemulasaraan jenazah. Seluruh ruangan tersebut dipersiapkan agar dapat langsung difungsikan saat operasional penuh dimulai.


Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kehadiran RSUD Temayang mampu memperpendek jarak akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah selatan, sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat dan efektif tanpa harus dirujuk jauh ke pusat kota.


Pemkab optimistis, dengan kesiapan tenaga medis, kelengkapan fasilitas, serta pemenuhan seluruh ketentuan perizinan, RSUD Temayang segera dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal dan menjadi penguat sistem layanan kesehatan daerah secara berkelanjutan. (Lis/Red)

Hadiri Safari Ramadhan, Bupati Bojonegoro Apresiasi Program Pasar Murah untuk Warga Jelang Lebaran

    Rabu, Maret 04, 2026  


BOJONEGORO – Safari Ramadhan kembali digelar Pemkab Bojonegoro. Kali ini kegiatan dipusatkan di Masjid Samin Baitul Muttaqin, Kecamatan Margomulyo, Selasa (3/3/2026). Dalam kesempatan ini, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberikan apresiasi atas program "Gerakan Pangan Murah" dan "Operasi Pasar Murah" yang sukses digelar.


Bupati Setyo Wahono menyampaikan bahwa stabilitas harga pangan adalah kunci utama ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri.


"Kami sangat berterima kasih kepada dinas terkait yang telah bekerja keras menyelenggarakan pasar murah ini. Harga bahan pokok yang terjangkau adalah bantuan yang sangat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga, terutama untuk menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga musiman jelang lebaran," ujarnya.




Program ini menyediakan berbagai bahan pangan dengan harga di bawah pasar, antara lain beras SPHP Rp 55.000 / 5kg, telur ayam Rp Rp 28.000 / kg, Minyakita Rp 15.000 / liter, gula pasir Rp Rp 15.000 / kg, bawang merah Rp 8.000 / 1/4 kg, bawang putih, Rp 7.000 / 1/4 kg, cabai campur Rp 5.000 / pak.




Bupati berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara masif dan merata di berbagai kecamatan di Bojonegoro. Menurutnya, sinergi antar dinas dalam memantau rantai pasok pangan harus terus diperkuat agar tidak terjadi lonjakan harga yang ekstrem saat permintaan meningkat tajam menjelang Lebaran nanti.


"Semoga dengan adanya stabilitas harga ini, masyarakat Bojonegoro dapat menjalankan sisa bulan Ramadan dengan lebih tenang dan menyambut Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan tanpa terbebani harga pangan yang tinggi," tutupnya.


Sementara itu, Kustiah warga Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah yang diadakan di desa kami hari ini. “Sebagai ibu rumah tangga, selisih harga seribu atau dua ribu rupiah itu sangat berarti untuk dapur kami,” katanya.


Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan penyelenggara yang sudah peduli dengan masyarakat desa. Ia berharap kegiatan seperti ini sering diadakan, terutama saat harga-harga di pasar sedang melonjak. (Red/Lis)

Seorang Pemuda Curi Rokok di Warung Kecamatan Kapas, Begini Kronologinya!

    Rabu, Maret 04, 2026  


BOJONEGORO – Peristiwa pencurian terjadi di sebuah rumah sekaligus toko milik warga di Desa Padangmentoyo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (03/03/2026) malam. Pelaku berhasil diamankan warga setelah kepergok pemilik rumah saat masih berada di dalam toko. Rabu (04/03/2026)


Kapolsek Kapas, AKP Sudarsono, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB saat korban meninggalkan rumah untuk melaksanakan salat tarawih.


Menurut keterangan polisi, pemilik rumah bernama Machfud sebelumnya menutup toko dan pintu rumah sekitar pukul 19.00 WIB sebelum berangkat ibadah. Namun, saat rumah dalam keadaan kosong, pelaku berinisial Moh. Dani Pratama datang dengan alasan hendak membeli rokok.


Karena toko dalam kondisi tutup, pelaku kemudian melihat jendela samping rumah dalam keadaan terbuka. Kesempatan tersebut dimanfaatkan pelaku untuk masuk dengan cara melompat melalui jendela yang mengarah ke kamar belakang.


"Pelaku masuk melalui jendela samping rumah yang terbuka, kemudian berjalan menuju area toko," terang AKP Sudarsono.


Setelah berada di dalam toko, pelaku mengambil delapan bungkus rokok merek Gajah Baru Filter. Usai mengambil barang tersebut, pelaku berusaha keluar melalui jalur yang sama.


Namun nahas, saat hendak keluar, pemilik rumah kembali dari salat tarawih dan langsung memergoki pelaku yang masih berada di dalam toko sambil membawa rokok hasil curian.


Kapolsek Kapas menuturkan, pelaku tidak melakukan perlawanan maupun upaya melarikan diri saat tertangkap. Bahkan, pelaku langsung meminta maaf kepada korban di lokasi kejadian.


"Warga kemudian mengamankan pelaku ke Balai Desa Padangmentoyo sebelum peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Kapas untuk penanganan lebih lanjut," pungkas AKP Sudarsono. (You/Red)

Proyek BKKD Ngampal Berujung Dugaan Ketidaksesuaian RAB, Konsultan Pengawas Ngaku Lalai

    Rabu, Maret 04, 2026  


BOJONEGORO  – Pengakuan mengejutkan datang dari konsultan pengawas proyek Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Konsultan pengawas mengakui adanya kelalaian dalam menjalankan fungsi pengawasan sehingga pekerjaan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), Rabu (04/03/2026).


Pengawas konsultan proyek, Ahmad Nurchojin, menyampaikan secara langsung kepada SuaraBojonegoro.com bahwa pekerjaan seharusnya dilaksanakan mengacu pada RAB yang telah ditetapkan sejak awal. Namun dalam pelaksanaannya, pengawasan tidak berjalan optimal.


"Ya Mas, seharusnya sesuai RAB, mungkin ada kelalaian dari saya," ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (04/03/2026).


Pengakuan tersebut memperkuat dugaan lemahnya fungsi kontrol teknis dalam proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah tersebut. Dalam sistem pelaksanaan pekerjaan konstruksi, konsultan pengawas memiliki peran strategis memastikan mutu pekerjaan, spesifikasi teknis, serta volume pekerjaan berjalan sesuai dokumen perencanaan.


Ahmad juga mengakui pengawasan tidak dilakukan secara rutin karena adanya kepentingan pribadi yang membuat dirinya tidak selalu berada di lokasi pekerjaan.


"Untuk saya pribadi tidak selalu rutin, soalnya ada halangan keluarga. Ya, saya koordinasi sama timlak, Mas,"tambahnya.


Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar profesionalitas pengawasan proyek publik. Minimnya kontrol lapangan berpotensi membuka ruang terjadinya penyimpangan teknis, terlebih pekerjaan tetap berjalan meski pengawas tidak hadir secara berkala.


Di sisi lain, Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) Desa Ngampal mengaku tidak selalu mengetahui kedatangan material proyek. Sungkowo selaku narasumber dari Timlak menyebut distribusi material kerap dilakukan tanpa pemberitahuan.


"Kadang barang kalau malam datang tidak ada pemberitahuan, jadi timlak juga tidak tahu, soalnya tempatnya di gang-gangan," jelasnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.


Situasi tersebut menunjukkan lemahnya koordinasi antara konsultan pengawas, pelaksana kegiatan, dan distribusi material di lapangan. Padahal, pengawasan terhadap material menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dalam RAB.


Secara normatif, konsultan pengawas bertanggung jawab melakukan pengendalian mutu, pengawasan progres pekerjaan, hingga memastikan kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen kontrak. Kelalaian dalam fungsi ini tidak hanya berdampak pada kualitas hasil pekerjaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara apabila pekerjaan tidak memenuhi standar. (You)

28 Februari 2026

Tahun 2026, PT ADS Siap Salurkan Program GAYATRI untuk 100 KPM di Bojonegoro

    Sabtu, Februari 28, 2026  


BOJONEGORO
– Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memacu percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui kolaborasi strategis dengan sektor swasta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). 


Dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang Co-creating, Gedung Pemkab Bojonegoro, Jumat (27/2/2026), PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) resmi menyatakan komitmennya untuk mendukung program prioritas daerah tahun ini.


​Rapat sinkronisasi ini dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro bersama Kepala Bappeda, serta dihadiri oleh jajaran raksasa industri migas seperti SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Cepu, Pertamina Sukowati, hingga lembaga perbankan dan OPD terkait.


​Direktur Utama PT ADS, Mohammad Kundori, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah konkret untuk menyelaraskan program CSR perusahaan dengan visi Pemkab Bojonegoro. Salah satu program unggulan yang akan diluncurkan adalah dukungan bagi Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI).


​"Kami telah merencanakan sinergi program prioritas dengan menyalurkan bantuan program GAYATRI kepada 100 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Bojonegoro," ujar Mohammad Kundori.


​Program GAYATRI diharapkan menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat lapis bawah agar mampu mandiri secara finansial melalui sektor peternakan. Selain fokus pada pemberdayaan ekonomi, PT ADS juga membidik kelestarian alam dengan rencana program diantaranya adalah 

​Pengelolaan Sampah sebagai bentuk upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.


Selain itu melakukan ​Konservasi Sungai dengan melakukan Penanaman pohon keras dan produktif di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).


​Akselerasi Melalui Kolaborasi

​Kepala Bappeda Bojonegoro menekankan bahwa sinkronisasi ini sangat krusial. Pemerintah daerah menargetkan empat pilar utama dalam kerjasama ini yaitu pengentasan kemiskinan, konservasi lingkungan, peningkatan IPM, serta rehabilitasi lantai rumah sehat.


​Senada dengan hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan mengingatkan bahwa beban pembangunan tidak bisa dipikul sendiri oleh pemerintah.

​"Perlu adanya percepatan pengentasan kemiskinan. Dukungan dari berbagai pihak, terutama perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Pengembangan Masyarakat (PPM) di sektor migas, menjadi kunci keberhasilan target kita," tegasnya.


​Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bagi masyarakat Bojonegoro bahwa integrasi antara kebijakan pemerintah dan sumber daya perusahaan mulai bergerak satu arah demi kesejahteraan yang lebih merata di tahun 2026. (Lis/Rum)

27 Februari 2026

Rakor Satu Data Pemkab Bojonegoro Untuk Pembangunan Tepat Sasaran

    Jumat, Februari 27, 2026  


BOJONEGORO
- Pemutakhiran data terus dilakukan untuk merumuskan kebijakan pembangunan Bojonegoro tepat sasaran. Melalui Rakor Forum Satu Data, Kamis (26/2/2026) di Partnership Room, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus bersinergi menghasilkan dan menyajikan satu data acuan yang akurat. 


Rakor ini untuk memperkuat tata kelola data daerah serta mendukung percepatan 


implementasi Rencana Aksi Satu Data Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026–2029.


Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto menjelaskan, penyelenggaraan Satu Data bukan semata-mata persoalan teknis, tetapi bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, peran pimpinan perangkat daerah menjadi sangat penting dalam memberikan arah, memastikan kesinambungan, serta mendorong pemanfaatan data sebagai dasar dalam bekerja.




"Kehadiran Bappeda Provinsi Jawa Timur pada forum ini menjadi penguatan penting bagi kita semua. Hal ini menegaskan penyelenggaraan Satu Data di kabupaten tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun keterpaduan perencanaan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi," ujarnya. 


Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro Heri Widodo menekankan pentingnya data terintegrasi antar OPD. Baik melalui portal Satu Data Indonesia (SDI) maupun SATA JATIM atau Satu Data Provinsi Jawa Timur.


"Ini butuh komitmen kita bersama karena dengan adanya portal Satu Data Bojonegoro, maka tata kelola kepemerintahan di Bojonegoro semakin baik," tandasnya. 


Berdasarkan Data Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bojonegoro, Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Bojonegoro menunjukkan kenaikan signifikan. IPS di 2023 berada di angka 2,49 (kategori Cukup) dan di 2024 naik menjadi 2,58 (kategori Cukup). Dengan target 2026 berada di angka 2,60 kategori Menuju Baik. IPS dilakukan dua tahun sekali. 


Sedangkan, Indeks Satu Data Kabupaten (SDI) Bojonegoro 2024 di angka 61,95 (kategori Cukup). Target 2026 berada di atas 70 menuju BAIK. 


Kepala BPS Bojonegoro Syawaluddin Siregar menjelaskan tujuan Satu Data ialah menjadikan data dalam satu wadah. Prinsip utama SDI adalah menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagi pakaikan. 


Prinsip Satu Data yang harus dipegang berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia : 


1. Standar Data Konsep, definisi klasifikasi data atau ukuran data dan satuan harus baku. 


2. Punya Metadata, menerangkan karakteristik agar data terpahami dengan baik


3. Interoperabilitas, harus punya kemampuan bagi pakai dengan sistem elektronik yang berbeda


4. Punya satuan/standar ukuran yang sama


"BPS berperan sebaagai pembina data. Untuk 2026 telah kolaborasi dengan Dinas Kominfo dan Bappeda," imbuhnya.


Arimbi Dinar Dewita, Perencana Pertama di Bappeda Provinsi Jawa Timur menjelaskan, perlunya data untuk monitoring, perencanaan, dan evaluasi dalam mengambil keputusan untuk target daerah. Dengan harapan bisa menjadi dasar pengambilan keputusan perencanaan pembangunan yang lebih baik. 


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro Andik Sudjarwo data berkualitas melalui Satu Data merupakan hasil koordinasi, komunikasi, kolaborari antar OPD. Juga berperan penting untuk evaluasi kebijakan. Artinya, dapat menjadi pembanding untuk tahun-tahun lalu dan merumuskan target mendatang.


Kegiatan ini sekaligus pemberian Penandatanganan Komitmen dan Pemberian Penghargaan Penyelenggaraan Satu Data Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026. Hadir kepala Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro Andik Sudjarwo, BPS Bojonegoro Syawaluddin Siregar, Kepala Bappeda Achmad Gunawan, serta operator Satu Data di lingkup Pemkab Bojonegoro. (Rum/Lis)

Gerakan Pangan Murah di Sumberrejo Jadi Bagian Safari Ramadhan Pemkab Bojonegoro

    Jumat, Februari 27, 2026  


BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, juga didukung oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (24/2/2026) di Balai Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo.


Gerakan Pangan Murah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, antara lain beras SPHP, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, bawang putih, bawang merah, cabai, serta tomat. Program ini bertujuan membantu masyarakat dalam menjaga daya beli sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman dan stabil menjelang Ramadhan.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dihadiri langsung oleh Bupati Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah di Balai Desa Sumuragung.


Dalam rangkaian Safari Ramadhan, Bupati dan Wakil Bupati terlebih dahulu meninjau stand Bazar UMKM Bahagia, dilanjutkan peninjauan Gerakan Pangan Murah yang difasilitasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Perdagangan.


Safari Ramadhan merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dengan tokoh agama, alim ulama, dan masyarakat, sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadhan.


Kegiatan diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, penguatan nilai persatuan dan kesatuan bangsa, tausiyah agama, serta buka puasa bersama. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan bahwa Safari Ramadhan menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi, serta menyerap aspirasi masyarakat.

“Bulan suci Ramadhan adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif. 


"Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga demi mewujudkan Bojonegoro yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan,” ujarnya.


Kepala Desa Sumuragung Mashadi juga mengapresiasi gebrakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025. Bahwasannya melalui program tersebut, saat ini desa Sumuragung memiliki akses konektivitas jembatan penghubung antara desa Sumuragung dan kedungbondo kecamatan balen, "terima kasih bapak bupati dan ibu wakil Bupati", terangnya


Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah dan Safari Ramadhan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga. (Lis/Red)

12 Februari 2026

Program GAYATRI Bantu Keluarga Rentan Warga Desa Mori dan Mampu Tingkatkan Penghasilan

    Kamis, Februari 12, 2026  


BOJONEGORO
– Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga rentan.


Melalui program ini, keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan dan pendampingan untuk beternak ayam petelur secara mandiri. Hasilnya, program tersebut mulai memberikan dampak nyata bagi perekonomian keluarga.


Salah satu KPM, Unun Choirul Amin (44), mengaku setiap hari mampu menghasilkan sekitar 40 hingga 50 butir telur. Jika diuangkan, pendapatan yang diperoleh mencapai kurang lebih Rp50 ribu per hari.


“Harga telur rata-rata dibeli warga sekitar Rp26 ribu per kilogram. Hasil penjualan biasanya kami simpan atau tabung, dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membantu bayar listrik,” ujarnya.


Menurut Unun, menjelang momentum Ramadan permintaan telur meningkat cukup signifikan. Banyak warga yang memiliki hajatan maupun kebutuhan konsumsi rumah tangga memilih membeli langsung dari peternak karena harganya lebih murah dibandingkan toko.


“Momentum menjelang Ramadan, banyak yang pesan karena harga bisa lebih murah dari toko,” tambahnya.


Hal senada juga disampaikan Sri Ambarwati (37), salah satu KPM lainnya yang merasakan manfaat tambahan penghasilan dari program tersebut.


Pendamping KPM GAYATRI Desa Mori, Mohamad Aris (40), menjelaskan bahwa pendampingan rutin terus dilakukan guna memastikan keberlangsungan usaha para penerima manfaat. Setiap minggu, tim melakukan pengecekan kondisi ternak dan perkembangan produksi.


“Pakan masih tersuplai dengan baik, dan setiap minggu kami selalu melakukan pengecekan. Kami juga membuat grup WhatsApp untuk mempermudah koordinasi dengan KPM. Setiap hari ada diskusi dan sharing tentang perawatan ayam,” jelasnya.


Di Desa Mori sendiri, jumlah penerima manfaat dari anggaran desa sebanyak 6 KPM, sementara dari Program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebanyak 10 KPM. Total terdapat 16 keluarga penerima manfaat yang saat ini menjalankan usaha ternak ayam petelur melalui Program GAYATRI.


Program ini diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga serta mendorong pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro. (Lis/Red)

08 Februari 2026

Polri Fasilitasi KUR dan Penyerapan Bagi Petani Jagung Guna Putus Rantai Tengkulak

    Minggu, Februari 08, 2026  


JAKARTA - Polri menggelar rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Rapat ini dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak.


Koordinasi ini diperlukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.


Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri, Jumat (6/2) ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.


Polri menggelar rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Rapat ini dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak.


Koordinasi ini diperlukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.


Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri, Jumat (6/2) ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.


"Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi," ujar Brigjen Langgeng.


Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). 


Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.


Sedang menurut Danang Andi Wijanarko selaku senior vice president BRI dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai 180T rupiah untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.


Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga. 


Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik.


Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga 6.400 Rupiah per Kilogram.


"Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog," beber Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.


Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional. 


Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.


Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia. (Lis/Red)

04 Februari 2026

Mengukir Spirit Bela Negara dari Kemenhan, Untuk Peran Pers Diera Digital Guna Pertahanan NKRI Non Militer

    Rabu, Februari 04, 2026  

Oleh: Sasmito Anggoro



BOJONEGORO
- ​Di era di mana informasi bergerak lebih cepat daripada kepastian, peran pers sebagai pilar keempat demokrasi tidak lagi sekadar melaporkan peristiwa. Pers telah bertransformasi menjadi benteng pertahanan non-militer yang krusial. Menyadari hal tersebut, sebuah kolaborasi strategis terajut di kaki perbukitan Bogor. Sebanyak 162 wartawan yang merupakan punggawa pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari Sabang sampai Merauke, berkumpul di Pusdiklat Kemenhan, Rumpin, pada 28 Januari hingga 1 Februari 2028.


​Kegiatan retreat ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah kawah candradimuka untuk menyelaraskan frekuensi intelektual antara insan pers dan strategi kedaulatan nasional.

​Selama lima hari, para pemimpin redaksi dan tokoh pengurus PWI tingkat Provinsi ini menanggalkan sejenak atribut keseharian mereka. Di Rumpin, mereka menjalani rutinitas yang dirancang dengan disiplin militer namun tetap menghargai koridor sipil.


​Resiliensi Mental di Tengah Disrupsi: Di tengah tekanan deadline dan hoaks yang mengepung ruang redaksi, suasana disiplin Rumpin memberikan kesempatan bagi wartawan untuk melakukan mental reset. Mereka dilatih untuk tetap tenang di bawah tekanan, sebuah kualitas yang sangat dibutuhkan saat mengelola isu-isu sensitif nasional.


​Menanamkan Jiwa Korsa Nasionalis pada Wartawan yang seringkali bekerja secara soliter atau kompetitif. Di sini, melalui kegiatan kelompok yang intens, ego sektoral luruh menjadi semangat kolektif. Jiwa korsa yang terbentuk menjadi jaminan bahwa meski berbeda media, mereka memiliki satu komitmen tunggal dan integritas NKRI.


​Pesan dari Menhan terhadap insan Pers Sebagai Senjata Nirmiliter

​Momen krusial terjadi saat Menteri Pertahanan RI hadir memberikan orasi ilmiahnya. Di hadapan para peserta, Menhan menegaskan bahwa perang masa depan tidak lagi melulu soal mesiu dan baja, melainkan tentang narasi dan persepsi.


​dalam paparan dan arahannya kepada peserta Retreat PWI bahwa Pers adalah kekuatan nirmiliter kita. Di tangan saudara-saudara, wajah bangsa ini dibentuk. Pena kita adalah senjata yang mampu membangun kebanggaan nasional sekaligus menangkal infiltrasi ideologi asing yang merusak.


​Selain Menhan, hadir pula pakar komunikasi dan tokoh keamanan nasional yang membedah isu Ketahanan Siber. Mereka menyoroti bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk memanipulasi opini publik, dan bagaimana wartawan PWI harus menjadi "filter kebenaran" di tengah tsunami disinformasi tersebut.

​Rumpin: Simbol Konsolidasi Pikiran

​Pemilihan Pusdiklat Kemenhan Rumpin sebagai lokasi kegiatan memiliki makna simbolis. Lokasi yang terisolasi dari keriuhan ibu kota memaksa para peserta untuk berkonsentrasi penuh pada substansi kebangsaan. Fasilitas ini menjadi ruang inkubasi bagi para pengurus PWI untuk merumuskan kembali arah jurnalisme yang tidak hanya kritis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan edukasi terhadap wawasan nusantara.


​Menuju Jurnalisme yang Tangguh dan Bermartabat, sehingga dalam kegiatan ​Retreat ini memberikan perspektif baru bahwa menjadi kritis tidak harus berarti berseberangan dengan kepentingan negara. Sebaliknya, pers yang sehat adalah pers yang mampu mengoreksi pemerintah demi memperkuat sendi-sendi kebangsaan.


​Kepulangan 162 pengurus PWI ke daerah masing-masing membawa "oleh-oleh" yang sangat berharga yaitu sebuah kesadaran bahwa di atas setiap berita yang mereka tulis, ada kepentingan nasional yang harus dijaga. Semangat Rumpin diharapkan menjadi virus positif yang menjalar ke seluruh anggota PWI di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.


​Warisan dari Badikat Kemenhan di Rumpin, Kabupaten Bogor,

​Ketika kegiatan ini berakhir pada 1 Februari 2028, yang tersisa bukan hanya kenangan tentang baris-berbaris atau diskusi senja, melainkan sebuah komitmen baru. Wartawan PWI kini bukan sekadar pencatat sejarah, melainkan penjaga narasi kedaulatan bangsa. (**)


*)Penulis Adalah Ketua PWI Kabupaten Bojonegoro dan juga Peserta Retreat Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan Badiklat Kemenhan Bogor tahun 2026

© 2018 SeputarBojonegoro.comDesigned by Bloggertheme9